Tanggal 26 ini sebulan yang lalu,
adik-adik menangis meninggalkan keluarga di Yogya,
suasana di bus bercampur baur, sedih, gembira penuh harap menjadi satu.
Tetapi..............
Setelah tanggal 26 Juli ini,
mereka dapat menceritakan kerinduannya akan suasana Gunung geulis,
mereka mengaku mendapatkan sesuatu di sana,
Semoga,
Apa yang telah di dapatkan di sana dapat mengukir sejarah di hati adik-adik
untuk bekal di hari esok.
Selamat berjuang
Sabtu, 26 Juli 2008
Senin, 07 Juli 2008
BERKARYA LAGI
Gunung Geulis sudah kita tinggalkan,
Kenangan indah yang kita bawa,
Untuk kita kenang.
Untuk kita karyakan di daerah dan di tempat kita masing-masing.
Kita berharap,
kita tidak berhenti di sini,
tidak hanya mengenang,
tetapi.......
melaksanakan karya yang sudah kita mulai
dengan .....
peletakan batu fondasi yang kokoh di Gunung Geulis,
peletakan batu yang kita susun rapi di sana,
kader-kader adik kita yang selalu bersemangat
sampai hari akhir kita di sana,
bunga kembang api sudah berpijar,
berarti semangat kita
jangan hanya padam sampai sepanjang kembang api yang kita pasang,
terus bernyala sampai ke daerah kita,
api kader kita perlu kita nyalakan terus,
agar generasi kita tidak terputus,
tidak berhenti hanya samapi pada kenangan
tapi...................
tetap terus berjuang
Senin, 30 Juni 2008
GUNUNG GEULIS
Kawan,
Apa kabar, Sudah belajar membuka blogspot? Semoga saja blog DIY ini juga banyak diminati oleh teman-teman se MNPK।
Gunung Geulis yang indah
Gunung Geulis yang akan meninggalkan kenangan
Gunung Geulis yang membuat suatu coretan di hati
Indah, Indah....
Semoga keinda yang kita jumpai
akan selalu kita kenang
sebagai bekal hidup kita
dan sebagai bekal kenangan kita
Juga sebagai bekal kita mengabdi
pada sesama dan adik didik kita
Sabtu, 14 Juni 2008
pensil
PENSIL
Sebatang pensil akan berkata........
apa yang dapat kuperbuat hari ini?
aku kaya warna,
aku kaya makna,
apa yang bisa aku lakukan?
Aku akan menorehkan tinta - tintaku ke dalam kertas kosong,
atau aku akan menorehkan tintaku untuk sesuatu yang sangat tidak berguna?
pensil akhirnya merenung,
sama-sama menorehkan tinta,
aku akan menorehkan kebaikan,
akan aku torehkan tinta emas untuk makna yang luhur
Sebatang pensil akan berkata........
apa yang dapat kuperbuat hari ini?
aku kaya warna,
aku kaya makna,
apa yang bisa aku lakukan?
Aku akan menorehkan tinta - tintaku ke dalam kertas kosong,
atau aku akan menorehkan tintaku untuk sesuatu yang sangat tidak berguna?
pensil akhirnya merenung,
sama-sama menorehkan tinta,
aku akan menorehkan kebaikan,
akan aku torehkan tinta emas untuk makna yang luhur
Kawan,
apa yang akan kita perbuat?
Apakah kita akan menorehkan semua tinta kita ?
Atau apakah kita akan menorehkan sedikit tinta kita supaya tinta kita tidak habis?
Kawan,
Kita memiliki tinta yang beraneka warna,
Warna-warna yang kita miliki akan menjadi padu bila dapat ditorehkan bersama dengan suatu tujuan yang sama,
Kawan,
Perjalanan kita ke Gunung geulis tinggal 12 hari lagi,
Sebanarnya apabila kita merenungkan apa yang sedang kita perbuat hari ini dan hari esok?
Kita seperti pensil yang akan menorehkan sedikit tinta kita secara bersama-sama sehingga hasil torehan kita dapat dinikmati. Kita tidak ingin hasil torehan kita dibuang ke kotak sampah.... sangat menyakitkan.
Kawan,
mari kita bergandengan tangan untuk bersama-sama menorehkan tinta emas pada anak didik kita,
sehingga jika waktunya nanti tiba dan tinta kita sudah habis,
penikmat-penikmat kita akan tetap mengenang hasil torehan - torehan kita.
Selamat berkarya, salam,
Kawan seperjalanan
apa yang akan kita perbuat?
Apakah kita akan menorehkan semua tinta kita ?
Atau apakah kita akan menorehkan sedikit tinta kita supaya tinta kita tidak habis?
Kawan,
Kita memiliki tinta yang beraneka warna,
Warna-warna yang kita miliki akan menjadi padu bila dapat ditorehkan bersama dengan suatu tujuan yang sama,
Kawan,
Perjalanan kita ke Gunung geulis tinggal 12 hari lagi,
Sebanarnya apabila kita merenungkan apa yang sedang kita perbuat hari ini dan hari esok?
Kita seperti pensil yang akan menorehkan sedikit tinta kita secara bersama-sama sehingga hasil torehan kita dapat dinikmati. Kita tidak ingin hasil torehan kita dibuang ke kotak sampah.... sangat menyakitkan.
Kawan,
mari kita bergandengan tangan untuk bersama-sama menorehkan tinta emas pada anak didik kita,
sehingga jika waktunya nanti tiba dan tinta kita sudah habis,
penikmat-penikmat kita akan tetap mengenang hasil torehan - torehan kita.
Selamat berkarya, salam,
Kawan seperjalanan
Rabu, 28 Mei 2008
Persiapan ke Gunung Geulis
Bulan Mei 2008 tinggal 2 hari lagi,
berarti kita hanya punya waktu 28 hhari lagi,
Semangat yang sudah membakar janganlah dipadamkan,
Adik-adik sedang berjuang untukmemperoleh satu hidup,
Selamat menempuh ulangan umum adik-adikku,
belajarlah yang giat karena masa depanmu hanyalah kamu yang dapat menentukan,
kami sebagai pembinamu hanya dapat melatih dan mendorongmu agar lebih menjadi dewasa
Selamat belajar, sampai ketemu nanti di Gunung geulis.
Kakakmu yang selalu mencintaimu.
berarti kita hanya punya waktu 28 hhari lagi,
Semangat yang sudah membakar janganlah dipadamkan,
Adik-adik sedang berjuang untukmemperoleh satu hidup,
Selamat menempuh ulangan umum adik-adikku,
belajarlah yang giat karena masa depanmu hanyalah kamu yang dapat menentukan,
kami sebagai pembinamu hanya dapat melatih dan mendorongmu agar lebih menjadi dewasa
Selamat belajar, sampai ketemu nanti di Gunung geulis.
Kakakmu yang selalu mencintaimu.
Sabtu, 24 Mei 2008
Biarlah Anak-anak datang kepadaku
Anak-anak,
adalah makhluk suci yang perlu mendapat perhatian kita
Anak-anak adalah generasi penerus kita.
Sanggupkah kita sebagai manusia yang dianggap "dewasa" membimbing mereka ke arah yang baik?
Berikan cinta, berikan perhatian ,
Belajarlah pada mereka ketika sudah belajar mencintai dengan ekspresi yang lembut, senyum dengan mata berbinar-binar.......
Anak..... anak ...... tanggung jawab kita semua
Anak tanggung jawab kita bersama,
mari kita membantu mereka menatap dan merangkaki hari depan sehingga mereka bisa kelak berlari menyongsong dunia.
adalah makhluk suci yang perlu mendapat perhatian kita
Anak-anak adalah generasi penerus kita.
Sanggupkah kita sebagai manusia yang dianggap "dewasa" membimbing mereka ke arah yang baik?
Berikan cinta, berikan perhatian ,
Belajarlah pada mereka ketika sudah belajar mencintai dengan ekspresi yang lembut, senyum dengan mata berbinar-binar.......
Anak..... anak ...... tanggung jawab kita semua
Anak tanggung jawab kita bersama,
mari kita membantu mereka menatap dan merangkaki hari depan sehingga mereka bisa kelak berlari menyongsong dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)